PENDAHULUAN --> Dasar-dasar pertanian organik, Prospek dan Peluang usaha yang dahsyat kedepan

Rakyat Indonesia sudah mengenal sejak dahulu kala apa itu pertanian, bahkan Indonesia disebut sebagai negara agraris, karena sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki mata pencaharian sebagai petani. Namun kesejahteraan petani saat ini masih rendah karena faktor biaya yang digunakan tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan, selain tingkat produksi semakin lama semakin menurun akibat dari pemakaian pupuk kimia secara berlebihan.
Pupuk adalah bahan kimia/organisme yang menyediakan unsur hara bagi tanaman, baik secara langsung atau tidak langsung. Sedangkan pupuk anorganik atau yang lebih dikenal dengan pupuk kimia seperti Urea, NPK, KCl adalah hasil rekayasa industri secara kimia, fisik, dan biologis. Kandungan dalam pupuk kimia bermacam-macam dan sebagian besar mengandung unsur pembawa. Unsur pembawa tersebut berupa molekul kimiawi yang diketahui berdampak buruk bagi kesuburan tanah. Seperti yang telah diketahui bahwa pupuk kimia adalah zat subtitusi yang dibutuhkan tanaman, sehingga sangat penting keberadaannya. Tidak semua zat tersebut dapat diserap oleh tanaman, sebagian molekul kimiawi akan merusak regenerasi humus dan sebagian yang lainnya akan hilang karma penguapan dan pencucian yang terbawa oleh airhujan Tatiah merupakan media hidup bagi tanaman secara umum. Dalam mekanismenya, tanah harus dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.

Tanaman akan tumbuh dengan baik apabila kondisi tanah lengkap dengan unsur hara. Unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman antara lain:
Nitrogen (N), Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (0), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S), Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Mo, Tembaga (Cu), Seng (Zn) dan Klor (Cl).

UNSUR HARA MAKRO

A. Nitrogen (N) Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
- Merupakan bagian dari sel (organ) tanaman itu sendiri. - Berfungsi untuk sintesa asam   
 amino dan protein dalam tanaman.
- Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun.
Akibat Kekurangan unsur hara Nitrogen (N)
  1. Warna daun hijau agak kekLining-kuningan clan pada tanaman pad] warna ini mulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun selanjutnya berubah menjadi kuning lengkap, sehingga seluruh tanaman berwarna pucat kekuning-kuningan. Jaringan daun mati dan inilah yang menyebabkan datm selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan.
  2. Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil.
  3. Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, seringkali masak sebelum waktunya.
  4. Dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal ini dikarenakan menebalnya membran sel daun sedangkan selnya sendiri berukuran kecil-kecil.
  5. Dalam keadaan kekurangan yang parah, daun menjadi kering, dimulai dari bagian bawah terus ke bagian atas.
Kelebihan unsur hara Nitrogen (N)
Warna daun terlalu hijau, tanaman rimbun dengan daun. Proses pembuangan menjadi lama. Adenium bakal bersifat sekulen karena mengandung banyak air. Hal itu menyebabkan rentan serangan cendawan d~_n penyakit, dan mudah roboh. Produksi bunga menurun.
B. Pospor (P)
- Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman.
- Merangsang pembungaan dan pembuahan.
- Merangsang pertumbuhan akar. - Merangsang pembentukan biji.
- Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesarjaringan sel.
Kekurangan unsur hara Fosfor (P)
    1. Terhambatnya pertumbuhan sistem perakaran, batang dan daun.
    2. Warna daun seluruhnya berubah menjadi hijau tua/keabu-abuan, mengkilap, sering pula terdapat pigmen merah pada daun bagian bawah, selanjutnya mati Pada tepi daun, cabang dan batang terdapat warna merah ungu yang lambat laun berubah menjadi kuning.
    3. Hasil tanaman yang berupa bunga, buah dan biji merosot. Buahnya kerdil-kerdil, nampak jelek dan lekas matang
Kelebihan unsur hara Fosfor (P)
Kelebihan Fosfor (P) menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur mikro seperti besi (Fe), tembaga (Cu), dan seng(Zn) terganggu. Namun gejalanya tidak terlihat secara fisik pada tanaman.
C. Kalium (K)
    • Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air.
    • Meningkatkan daya tahan / kekebalan tanaman terhadap penyakit.
Kekurangan unsur hara Kalium (K)
Khusus untuk tanaman padi, gejala kekurangan unsur Kalium dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Daun
Daun tanaman padi yang kekurangan Kalium akan berwarna hijau gelap dengan banyaknya bintik-bintik yang warnanya yang menyerupai karat. Bintik-bintik itu pertama-tama muncul pada bagian atas daun yang sudah tua, ujung daun dan tepi daun menjadi seperti terbakar (necrotic), berwarna coklat kemerahan atau coklat kuning. Daun-daun tua, khususnya di tengah hari akan terkulai dan daun-daun muda menggulung ke arah atas dan memperlihatkan gejala-gejala kekurangan air.
b. Batang
Batang tanaman padi yang kekurangan Kalium akan turnbuh pendek dan kurus. Dan kebanyakan varietas padi yang kekurangan Kalium lebih mudah rebah.
c. Akar
Pertumbuhan akar biasanya sangat terbatas, ujung akar akan tumbuh kurus dan pendek, dan akar selalu cenderung berwarna gelap dan hitam. Akar-akar cabang dan akar rambat sangat kurus dan selalu memperlihatkan gejala pembusukan akar.
d. Bulir dan Malai
Pertumbuhannya akan pendek dan umumnya mempunyai persentase kehampaan buah yang tinggi. Sedang jumlah bulir yang berisi untuk setiap helainya akan rendah, bulir-bulir padi akan berukuran kecil dan tidak teratur bentuknya, mutu dan berat 1.000 bulir akan berkurang, persentase bulir-bulir yang tidak berkembang dan tidak dewasa bertambah.
D. Magnesium (Mg)
    • Merupakan penyusun utama khlorofil yang menentukan laju fotosintesa / pembentukan karbohidrat.
    • Berfungsi untuk transportasi fosfat.
    • Menciptakan warna hijau pada daun.
Kekurangan unsur hara Magnesium (Mg)
    1. Daun-daun tua mengalami klorosis (berubah menjadi kuning) dan tampak di antara tulang-tulang daun, sedang tulang-tulang daun itu sendiri tetap berwarna hijau. Bagian di antara tulang-tulang daun itu secara teratur berubah menjadi kuning dengan bercak-bercak merah kecoklatan.
    2. Daun-daun mudah terbakar oleh teriknya sinar matahari karena tidak mempunyai lapisan lilin, karena itui banyak yang berubah warna menjadi coklat tua/kehitaman dan mengkerut.
    3. Pada tanaman biji-bijian, daya tumbuh biji kurang/lemah, malah kalau tetap tumbuh maka tanaman akan nampak lemah sekali.
E. Belerang/ Sulfur (S)
    1. Pembentukan asam amino dan pertumbuhan tunas serta membantu pembentukan bintil akar tanaman Pertumbuhan anakan pada tanaman
    2. Berperan dalam pembentukan klorofil serta meningkatkan ketahanan terhadap jamur
    3. Pada beberapa jenis tanaman antara lain berfungsi membentuk senyawa minyak yang menghasilkan aroma dan juga aktifatorenzim membentuk papain
Gejala kekurangan sulfur pada tanaman pada umumnya mirip kekurangan unsur nitrogen. misalnya daun berwarna hijau mudah pucat hingga berwarna kuning, tanaman kurus dan kerdil, perkembangannya lambat.
Kekurangan unsur hara Belerang (S)
    1. Daun-daun muda mengalami klorosis (berubah menjadi kuning), perubahan warna umumnya terjadi pada seluruh daun muda, kadang mengkilap keputih-putihan dan kadang-kadang perubahannya tidak merata tetapi berlangsung pada bagian daun selengkapnya.
    2. Perubahan warna daun dapat pula menjadi kuning sama sekali, sehingga tanaman tampak berdaun kuning dan hijau.
    3. Tanaman tumbuh terlambat, kerdil, berbatang pendek dan kurus, batang tanaman berserat, berkayu dan berdiameter kecil.
    4. Pada tanaman tebu yang menyebabkan rendemen gula rendah.
    5. Jumlah anakan terbatas.
F. Calsium (Ca)
    1. Merupakan bagian penting dari dinding sel dan sangat penting untuk menunjang proses pertumbuhan.
    2. Kalsium adalah untuk menyusun klorofil.
    3. Dibutuhkan enzim untuk metabolis karbohidrat, serta mempergiat sel meristem.
Kekurangan kalsium mengakibatkan terjadinya disintegrasi pada ujung-ujung tanaman (ujung batang, akar, dan buah) sehingga ujungnya menjadi mengering atau mati, tunas daun yang masih muda akan tumbuh abnormal.
Kekurangan unsur hara Kalsium (Ca)
  • Daun-daun muda selain berkeriput mengalami perubahan warna, pada ujung dan tepi-tepinya klorosis (berubah menjadi kuning) dan warna ini menjalar di antara tulang-tulang daun, jaringanjaringan daun pada beberapa tempat mati.
  • Kuncup-kuncup muda yang telah tumbuh akan mati. 
  • Pertumbuhan sistem perakarannya terhambat, kurang sempurna malah sering salah bentuk. 
  • Pertumbuhan tanaman demikian lemah dan menderita
Kelebihan unsur hara Kalsium (Ca)
Kelebihan K menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu. Pertumbuhan tanaman terhambat. Sehingga tanaman mengalami devisiensi.

Agar tanaman tidak terjadi devisiensi pada tanaman maka diperlukan! POC Bio Organik
MENGAPA HARUS MENGGUNAKAN POC BIO ORGANIK ?
    1. Penyerapan hara pupuk melalui daun berlangsung lebih mudah dan cepat dari pada melalui akar.
    2. Adanva kemungkinan terjadinya pencucian hara oleh air.
    3. Adanya pengikatan hara oleh mineral lempung dan logam-logam dalam tanah (fiksasi phosfor oleh besi dan aluminium) pada pupuk yang kita berikan melalui tanah.

BEBERAPA POLA PERTANIAN YANG DAPAT KITA TEMUKAN
1. POLA PERTANIAN KONVENSIONAL
   Skemanya seperti gambar dibawah ini

2. POLA PERTANIAN ORGANIK
   Skemanya seperti gambar dibawah ini


















3. POLA PERTANIAN ORGANIK BERKELANJUTA
   Skemanya seperti gambar dibawah ini

Pada skema pertanian berkelanjutan maka petani diharuskan punya ternak, baik sapi, kambing, unggas dll. Karena apabila para petani punya ternak maka sudah punya pabrik pupuk organik send in, balk kotoran maupun urine bisa untuk bahan baku pembuatan pupuk organik cair. Hal ini bisa menepis anggapan bahwa untuk memupuk 1 hektar sawah membutuhkan 8 ton pupuk kandang, padahal dengan teknologi pertanian HCS maka cukup dibutuhkan 5 kwintal kotoran saja, itu bisa dihasilkan oleh 2 ekor sapi atau 20 ekor kambing. Sellingga dengan pola ini petani tidak perlu bell pupuk lag]. Dengan skema pertanian pola HCS petani sangat untung dan diuntungkan.

>> KEMBALI KEHALAMAN SEBELUMNYA <<

Tidak ada komentar: